Akselerasi Pemulihan Ekosistem: IPB University Gandeng 45 Instansi Matangkan Riset Smart and Rapid Seeding
BOGOR — Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menggelar agenda pemaparan dan diskusi proposal riset strategis bertajuk “Smart and Rapid Seeding: Teknologi Carbon Composite Seedball berbasis Drone untuk Akselerasi Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang dan Gambut” pada Jumat, 18 September 2026. Bertempat di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, forum kolaboratif ini mempertemukan puluhan pemangku kepentingan untuk mematangkan integrasi teknologi pupuk nano multifungsi dan teknik tebar benih nirawak (drone seed bombing) sebagai solusi percepatan rehabilitasi lahan kritis di Indonesia.
Riset terobosan ini dipimpin oleh Dr. Adisti Permatasari Putri Hartoyo, S.Hut., M.Si., peneliti dari Departemen Silvikultur, Fahutan IPB University. Pertemuan diselenggarakan secara hybrid dengan melibatkan perwakilan dari 45 instansi lintas sektor, mencakup kalangan akademisi, industri pertambangan, dan jajaran instansi pemerintah. Antusiasme peserta tercermin dari kehadiran 26 partisipan secara daring (online), serta kehadiran luring (offline) yang terdiri atas 23 peserta institusi, Dekan Fahutan IPB University, Ketua Departemen Silvikultur, ketua tim peneliti, serta 2 orang moderator yang memandu jalannya sesi diskusi.
Diskusi teknis ini menghadirkan empat narasumber ahli yang mengupas kesiapan teknologi, aspek transfer inovasi, hingga adopsi di tingkat tapak:
- Dr. Ir. Irdika Mansur, M.For.Sc. dari Pusat Studi Reklamasi Tambang (hadir luring), membawakan materi “Strategi Hilirisasi dan Implementasi Teknologi untuk Rehabilitasi Lahan Pascatambang”. Dalam paparannya, ia menitikberatkan bahwa teknologi rehabilitasi lahan pascatambang menuntut inovasi dan penyempurnaan yang berkelanjutan (continuous improvement). Selain faktor teknis, pemahaman mendalam terhadap proses bisnis pertambangan serta kerangka regulasi menjadi kunci agar inovasi yang dikembangkan dapat diadopsi dan diimplementasikan secara efektif di lapangan.
- Ujang Susep Irawan, S.Hut., M.Si. dari Tropenbos Indonesia (hadir luring), memaparkan topik “Pendampingan Restorasi Hutan Desa pada Ekosistem Gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat”. Materi ini berfokus pada rekam jejak Tropenbos Indonesia dalam mendampingi 3 Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) guna mewujudkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat pada lanskap gambut yang rentan.
- Prof. Dr. Ir. Tri Prartono, M.Sc., Wakil Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University (hadir luring), menyajikan materi “Teknologi Transfer: Strategi Hilirisasi dan Implementasi Teknologi untuk Rehabilitasi Lahan Pascatambang dan Gambut”. Ia menekankan urgensi mekanisme transfer teknologi yang terstruktur agar luaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibangun tim peneliti tidak berhenti di tahap laboratorium, melainkan bertransformasi menjadi solusi nyata di industri dan masyarakat.
- Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. dari Universitas Padjadjaran (hadir daring), membawakan materi “Lesson Learned dari FINDER: Nanotechnology, R&D, dan Innovation Transfer“. Berdasarkan pengalaman FINDER dalam pengembangan nanomaterial terapan, Prof. Made menggarisbawahi tantangan mendasar hilirisasi riset, antara lain: kesenjangan antara hasil laboratorium dan kebutuhan pengguna akhir (market gap), keterbatasan sumber daya untuk tahap scale-up dan komersialisasi, kepatuhan terhadap regulasi dan standardisasi yang kompleks, serta perlunya penguatan kolaborasi multipihak (multi-stakeholder).
Melalui pertukaran wawasan yang komprehensif ini, riset “Smart and Rapid Seeding: Teknologi Carbon Composite Seedball berbasis Drone untuk Akselerasi Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang dan Gambut” diharapkan mampu menjembatani keunggulan rekayasa nanoteknologi dengan efisiensi logistik penyebaran benih di udara, sekaligus membuka jalan implementasi skala luas pada ekosistem pascatambang dan lahan gambut yang memiliki aksesibilitas terestrial menantang.