Restore Bio: Ketika Diaspora Wageningen dan IPB University Bergandeng Tangan Pulihkan Gambut
Bogor, Indonesia — Memulihkan gambut bukan sekadar soal menanam kembali atau memadamkan api. Ada persoalan yang lebih dalam: bagaimana memastikan masyarakat di sekitarnya tetap hidup layak saat ekosistem gambut dijaga. Dari kesadaran itulah IPB University dan Wageningen University & Research (WUR) bergandeng tangan.
Melalui program Diaspora Berdampak bertema “Restorasi Ekosistem Terdegradasi Berbasis Bioekonomi Sirkular dengan Mengintegrasikan Nanoteknologi, Biodiversitas, dan Model Bisnis Pada Sistem Agroforestri Berkelanjutan”, kedua kampus menggelar rangkaian kegiatan di Kampus IPB Dramaga, Bogor pada tanggal 17 September 2026. Ketua kegiatan ini adalah Dr. Adisti PP. Hartoyo dari Departemen Silvikultur IPB University, yang berkolaborasi dengan diaspora Indonesia di WUR, Aritta Suwarno, PhD, dari Earth Systems & Global Change.

Rangkaian acara dimulai dengan diskusi inisiasi kerja sama internasional antara tim Diaspora Berdampak dan pimpinan Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University. Pertemuan ini menjadi pijakan awal untuk memetakan potensi riset jangka panjang antara kedua institusi.
Agenda berlanjut dengan sesi guest lecture bertema “Peatland Restoration” yang menghadirkan dua pakar: Aritta Suwarno, PhD, Assistant Professor in Earth Systems and Global Change WUR, serta Dr. Ati Dwi Nurhayati, Ketua Departemen Silvikultur IPB University.
Dalam paparannya berjudul “Valorising Peatland: Integrating Product Value Chain to Peatland Restoration”, Aritta menegaskan satu hal penting: keberhasilan restorasi gambut sangat bergantung pada integrasi rantai nilai produk. Artinya, komoditas ramah gambut harus punya nilai ekonomi nyata. Tanpa insentif yang jelas, menjaga ekosistem bisa berarti mematikan mata pencaharian warga. Sebaliknya, ketika nilai ekonomi dan pelestarian berjalan seiring, gambut punya peluang lebih besar untuk tetap terjaga.

Sementara itu, Dr. Ati Dwi Nurhayati membedah dinamika kebakaran hutan dan lahan melalui topik “Forest and Peatland Fires in Indonesia”. Ia mengupas tuntas karakteristik perilaku api di lahan gambut, dampak kerugian lintas sektor, hingga strategi mitigasi yang komprehensif. Pesan utamanya jelas: pemulihan gambut menuntut keterlibatan semua pihak, mulai dari masyarakat lokal, publik luas, hingga para pengambil kebijakan. Ancaman degradasi dan kebakaran akan terus berulang jika kebutuhan dasar ekonomi masyarakat di sekitar gambut belum terselesaikan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan audiensi bersama Direktorat Program Internasional IPB University. Pertemuan ini secara khusus membahas implementasi program co-supervision dan penjajakan peluang beasiswa bagi mahasiswa IPB University.
Melalui kolaborasi ini, Departemen Silvikultur berharap kerja sama akademik antara IPB University dan Wageningen University & Research terus diperluas sekaligus memantik minat mahasiswa untuk melanjutkan studi riset ke jenjang yang lebih tinggi.